— Melayani, Amanah, Nyaman, Integritas, Sigap, Edukatif —

Penguatan Kolaborasi Pendidikan, Rapat Komite Pengarah INOVASI Maluku ke-3 Resmi Dibuka

Ambon, 05 Mei 2026 ; Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Maluku ke-3 resmi dibuka di ballroom Hotel Santika Ambon. Mengusung tema “Akselerasi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Kolaborasi Ekosistem Pendidikan”, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dalam peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Maluku.Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Bappeda, perwakilan kabupaten/kota, Mitra INOVASI, BGTK, BPMP, Balai Bahasa, serta LPTK. Turut hadir pula perwakilan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon, yaitu Kepala Subbagian Tata Usaha Arif Ahmad Djalaluddin, S.Si., M.Si., bersama para Widyaiswara.



Dalam sambutannya, perwakilan DFAT Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Ibu Laila Yudianti, menyampaikan bahwa Program INOVASI merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang melibatkan Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Bappenas. Program ini telah dilaksanakan di 25 kabupaten dengan fokus pada pengembangan praktik pembelajaran yang inklusif. Ia menegaskan, “INOVASI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Bappenas, serta dilaksanakan di 25 kabupaten untuk memperluas praktik pembelajaran secara inklusif.”
Selain itu, kolaborasi bersama Kementerian Agama juga diarahkan pada pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. “Dengan dukungan INOVASI dan ekosistem terkait, kami yakin upaya menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua anak dapat terwujud,” tambahnya.


Rapat ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Ia menyampaikan, “Program ini dibutuhkan untuk menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, serta memastikan guru dan tenaga kependidikan mampu beradaptasi.” Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penguatan fondasi pendidikan. “Membangun fondasi belajar yang kuat di bidang literasi, numerasi, dan karakter menjadi kunci keberhasilan pendidikan,” ujarnya. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tipa, sebagai simbol dimulainya komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi pendidikan di Maluku. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. W.O.L



