— Melayani, Amanah, Nyaman, Integritas, Sigap, Edukatif —

Zona Integritas Dimulai dari Budaya Kerja, Bukan Sekadar Dokumen

Ambon — Pembangunan Zona Integritas tidak lagi diukur dari banyaknya dokumen yang tersedia, melainkan dari perubahan budaya kerja yang benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Karena itu, setiap program dan aktivitas perlu menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan sekaligus dibuktikan melalui implementasi yang berkelanjutan.
Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas BDK Ambon, Edoardus Johnson Ohoiledwarin, mengatakan paradigma penilaian Zona Integritas saat ini telah bergeser dari pemenuhan administrasi menuju evidence yang menunjukkan perubahan nyata di lingkungan kerja.
“Evidence yang dibutuhkan bukan sekadar dokumen, tetapi bukti bahwa reformasi birokrasi benar-benar berjalan melalui budaya kerja, pelayanan, dan tata kelola yang semakin baik,” ujarnya di Ambon, Senin (27/7/2026).

Menurut Edoardus, penguatan Zona Integritas perlu didukung melalui pembaruan SOP, optimalisasi keterbukaan informasi publik, penguatan sistem manajemen SDM, serta dokumentasi kegiatan yang mampu menunjukkan implementasi reformasi birokrasi.
“Setiap kegiatan harus memberikan dampak yang dapat diukur. Ketika budaya kerja menjadi kebiasaan, Zona Integritas tidak lagi dipandang sebagai target penilaian, tetapi menjadi bagian dari cara kita bekerja setiap hari,” katanya.
Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkuat tata kelola organisasi yang akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (W.O.L)



