BDK Ambon Perkuat Kompetensi Guru dan Penyuluh Agama Melalui Pelatihan  KBC dan Transformasi TIK

Ambon — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon kembali membuat langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Kementerian Agama di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pelatihan Media Penyuluhan Berbasis TIK secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Nilai Cinta, Menguatkan Kompetensi, dan Mentransformasi Penyuluhan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi” ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman dalam pelayanan keagamaan dan pendidikan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Edoardus Ohoiledwarin, menguraikan bahwa SDM merupakan aset paling krusial dalam menentukan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor keagamaan dan pendidikan formal. Menurutnya, BDK Ambon menggelar pelatihan ini sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

“Kurikulum Berbasis Cinta menjadi pendekatan yang sangat relevan dalam pembentukan karakter, sikap, dan nilai peserta didik. Di sisi lain, pengembangan TIK bagi penyuluh agama sangat penting sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat secara kreatif dan efektif,” ujar Edoardus.

Ia menambahkan, pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta yang terbagi dalam dua angkatan, mencakup jajaran guru dan penyuluh agama dari Provinsi Maluku serta Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala BDK Ambon, Abdullah Patty, dalam arahannya menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi kunci utama dalam melahirkan insan yang moderat.

“KBC ini dirancang untuk menghasilkan insan yang moderat. Nanti ada lima topik utama yang dibahas bersama para widyaiswara, yang secara garis besar kita kenal dengan konsep Panca Cinta,” ungkap Abdullah.

Tak hanya menyoroti sektor pendidikan, Abdullah juga menggarisbawahi pentingnya penguasaan TIK bagi para penyuluh agama di era digital saat ini. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas jangkauan syiar dan pembinaan masyarakat.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyuluh agar mampu menguasai TIK. BDK Ambon hadir memberikan jalan untuk mengasah kompetensi tersebut, sekaligus meningkatkan kapasitas para guru terkait penerapan KBC,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Abdullah berharap seluruh peserta dapat menyerap materi dengan maksimal serta membawa dampak nyata di wilayah tugas masing-masing.

“Harapannya, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan mampu menghasilkan output terbaik demi kemajuan pelayanan keagamaan di daerah,” pungkasnya. (W.O.L)

Share your love
Humas BDK Ambon
Humas BDK Ambon
Articles: 95

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *