— Melayani, Amanah, Nyaman, Integritas, Sigap, Edukatif —

Pimpin Apel Pagi, Kepala BDK Ambon Dorong Inovasi Pelatihan Hingga Ekoteologi

Ambon — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon terus berkomitmen memperkuat tata kelola lembaga yang inovatif serta menegakkan budaya kedisiplinan di kalangan aparatur sipil negara. Komitmen tersebut ditegaskan kembali oleh Kepala BDK Ambon, Abdullah Patty, saat memimpin Apel Pagi rutin di halaman kantor BDK Ambon, Senin (12/10/2026).
Di hadapan seluruh jajaran pejabat, widyaiswara, dan pegawai BDK Ambon, Abdullah Patty menekankan pentingnya terobosan kreatif dan inovasi mendasar dalam penyelenggaraan program kediklatan.
“Kita harus mampu menginisiasi dan menghasilkan diklat dengan skema nol rupiah. Artinya, pelatihan tetap bisa berjalan optimal dan berkualitas melalui pemanfaatan pendekatan yang humanistis serta kolaborasi erat bersama para guru di lapangan,” ujar Abdullah dalam arahannya.
Menurutnya, skema inovatif berbasis pendekatan kemitraan ini menjadi langkah strategis agar pelayanan peningkatan kompetensi bagi para pendidik dan tenaga keagamaan di wilayah Maluku dan Maluku Utara terus berkembang dinamis.
Selain fokus pada inovasi program diklat, Kepala BDK Ambon juga menyoroti penguatan profiling ASN sebagai langkah krusial dalam peta pengembangan karier pegawai. Peta rekam jejak ini dinilai penting untuk memastikan setiap potensi pegawai terpetakan secara objektif.
Ia mendorong para pegawai untuk aktif mengikuti uji kompetensi (ujikom) sebagai sarana mengukur kemampuan, meningkatkan profesionalisme, sekaligus membuka jenjang karier yang lebih luas di lingkungan Kementerian Agama.

Isu lingkungan dan mitigasi bencana juga menjadi perhatian serius dalam pengarahan tersebut. Mengingat perubahan cuaca yang dinamis di wilayah kepulauan, Abdullah meminta seluruh pegawai untuk tetap siaga menghadapi potensi bencana, khususnya ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Kewaspadaan harus tetap kita tingkatkan. Selain itu, prinsip ekoteologi harus kembali kita tegakkan secara nyata di lingkungan BDK Ambon. Gerakan pemilahan sampah organik dan anorganik di area kantor akan kita galakkan dan berlakukan kembali,” tegasnya.
Penerapan ekoteologi ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif seluruh pegawai bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari nilai-nilai keagamaan dan etika kerja.
Menutup arahannya, Abdullah Patty berpesan agar nilai-nilai kedisiplinan tidak sekadar menjadi rutinitas formalitas apel pagi, melainkan menjadi napas dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Semoga kedisiplinan dan kesadaran kita tetap terjaga sampai kapan pun. Kedisiplinan adalah fondasi utama bagi kita untuk memberikan pelayanan publik yang prima, akuntabel, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (W.O.L)



