Widyaiswara BDK Ambon Raih Juara 3 Kategori Pustakawan/Widyaiswara dalam Ajang Kemenag Bibliobattle 2025

Widyaiswara BDK Ambon Raih Juara 3 Kategori Pustakawan/Widyaiswara dalam Ajang Kemenag Bibliobattle 2025

Ambon (1/7/2025) — Riana A. Amahoroe, S.Pd., M.Pd., Widyaiswara Ahli Pertama Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon, berhasil meraih Juara 3 dalam kategori Pustakawan/Widyaiswara pada ajang Kemenag Bibliobattle 2025 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI.

Kemenag Bibliobattle merupakan kompetisi mereview buku yang telah dibaca dalam waktu terbatas. Peserta menyampaikan review buku secara lisan dengan menyampaikan bagian paling menarik dari buku tersebut, sehingga mampu membangkitkan rasa ingin tahu audiens terhadap isi lengkap buku yang dimaksud.

Tahapan seleksi terdiri dari dua tahap, yaitu Pendaftaran Terbuka dan Seleksi Finalis. Pendaftaran dibuka bagi masyarakat umum dengan ketentuan peserta belum pernah menjadi presenter dalam Bibliobattle sebelumnya, buku yang diulas belum pernah ditampilkan di ajang yang sama, dan tersedia dalam katalog OPAC Perpustakaan Kemenag RI melalui laman https://eperpus.kemenag.go.id atau aplikasi MORA Digilib.

Panitia kemudian memilih lima finalis dari masing-masing kategori, yaitu mahasiswa, pengajar (guru/dosen), siswa, pustakawan/widyaiswara, dan kategori umum. Finalis mempresentasikan isi buku secara daring dalam sesi resmi Bibliobattle pada Selasa, 1 Juli 2025.

Dalam final, Riana mempresentasikan buku 100 Anekdot Ubudiyah karya Sukendra Matha. Buku ini berisi kisah-kisah ringan dan jenaka tentang kebiasaan umat dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Dalam presentasinya, Riana mengulas sejumlah kisah dalam buku tersebut, seperti salah ucap istighfar, niat puasa demi calon mertua, serta gangguan ibadah akibat urusan duniawi seperti membeli baju lebaran.

Melalui gaya bertutur yang ringan dan humoris, buku ini menyampaikan pesan reflektif mengenai makna ibadah yang sebenarnya. Riana menyoroti bagaimana setiap cerita dalam buku mengajak pembaca untuk bertanya pada diri sendiri: apakah ibadah yang dijalani benar-benar bentuk penghambaan kepada Allah, atau sekadar rutinitas yang dilakukan tanpa pemaknaan mendalam.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai BDK Ambon untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, serta berani mengambil peran dalam berbagai ajang pengembangan diri. Semangat literasi dan budaya belajar yang terus tumbuh menjadi bagian penting dalam membentuk SDM Kementerian Agama yang unggul, berintegritas, dan moderat.

Penulis : Waode Liana
Sunting : Hasnawati
Editor : Ade Hasan

Share your love
Ade Hasan
Ade Hasan
Articles: 12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *