— Melayani, Amanah, Nyaman, Integritas, Sigap, Edukatif —

Perkuat Mutu Pendidikan Daerah, INOVASI Gelar Workshop Berbagi Pengalaman dan Penggalian Ide

Ambon, 8 Juni 2026; INOVASI menggelar Workshop Berbagi Pengalaman dan Penggalian Ide: Peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) bagi Pemerintah Daerah pada 8–9 Juni 2026 di Hotel Santika Ambon. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk berbagi pengalaman, menggali gagasan, serta memperkuat peran LPTK dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.Workshop diikuti oleh 17 LPTK mitra INOVASI, mahasiswa Universitas Pattimura, mahasiswa UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.


Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura sekaligus Ketua Penyelenggara, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara perguruan tinggi dan Program INOVASI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Kami percaya kegiatan ini bukan sekadar workshop, tetapi menjadi ruang untuk menggali ide-ide dalam membangun pendidikan yang berkualitas melalui pendekatan mutu, bukan hanya untuk Maluku tetapi juga untuk Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran berbagai LPTK dan pemangku kepentingan pendidikan dalam forum tersebut menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman dan menghasilkan gagasan yang dapat menjawab tantangan pendidikan di daerah.
“Program INOVASI sangat berarti karena memberikan kesempatan bagi kami dan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon untuk menggagas pendidikan dan menghasilkan konsep yang baik bagi peningkatan mutu pendidikan di Maluku,” tambahnya.
Sementara itu, Counsellor for Knowledge, Innovation and Humanitarian Affairs Australian Embassy Jakarta, Hannah Derwent, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kolaborasi yang terus dibangun dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia.
“Kami bangga menjadi mitra erat Pemerintah Indonesia selama kurang lebih 70 tahun. Harapan kami, kerja sama di bidang pendidikan dapat terus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa guru, LPTK, dan pemerintah daerah merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus tantangan pembangunan pendidikan di masa depan.
“Kami mengapresiasi semangat gotong royong para guru, LPTK, dan pemerintah daerah yang menjadi garda terdepan pendidikan. Kolaborasi yang dibangun hari ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan-gagasan berkualitas bagi pendidikan di daerah,” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Profesi Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas guru.”Kunci utama mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah guru. Guru harus profesional dan guru juga harus sejahtera,” tegasnya.Ia menjelaskan bahwa pendidikan profesi guru memiliki keterkaitan erat dengan tata kelola guru yang baik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk menyiapkan calon guru yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.”Terima kasih kepada Program INOVASI dan Kedutaan Besar Australia yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Untuk mewujudkan pendidikan bermutu diperlukan kerja sama berbagai pihak dan tata kelola yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan guru ke depan,” ujarnya.
Workshop secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., yang mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang lebih baik.”Dengan semangat kolaborasi, mari sama-sama memajukan pendidikan di Indonesia,” ajaknya.
Dalam sambutannya, ia mengibaratkan guru sebagai bibit unggul yang harus terus dirawat dan diperkuat agar mampu menghasilkan generasi terbaik.”Kita ini penghasil bibit unggul, yaitu guru-guru unggul. Jika bibit yang baik tidak diberi penguatan dan dukungan yang memadai, maka potensinya tidak akan berkembang secara optimal. Karena itu, guru perlu terus diberikan ruang untuk bertumbuh dan meningkatkan kapasitasnya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan tiga komponen utama pendidikan, yakni guru, kepala sekolah, dan pengawas.”Guru, kepala sekolah, dan pengawas merupakan tiga komponen penting yang harus terus dibenahi. Tekad kita sama, yaitu membangun pendidikan yang lebih berkualitas melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui workshop ini, Program INOVASI kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor. Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan gagasan, strategi, dan langkah nyata yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran serta pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di Maluku dan Indonesia.



