BDK Ambon Perkuat Moderasi Beragama Antar Lembaga, Kakanwil Kemenag Maluku Ajak Jaga Kebersamaan

Ambon, 10 Maret 2026 ;  Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Kementerian/Lembaga, Kementerian Non-Pemerintah, dan Pemerintah Daerah Angkatan I dan II Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula BDK Ambon dan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh Kepala BDK Ambon, Drs. Abdullah Patty, M.Sc, Kasubbag TU ,Arif Ahmad Djalaluddin, M.Si, Ketua Panitia, Rusmin Soleman, S.Sos, para ketua kelompok kerja (Pokja), Widyaiswara, pegawai BDK Ambon, serta 60 peserta pelatihan yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Rusmin Soleman menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta yang terbagi dalam dua angkatan. Kegiatan ini merupakan diklat antar lembaga yang bertujuan memperkuat pemahaman moderasi beragama di lingkungan kementerian, lembaga non-pemerintah, dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala BDK Ambon, Drs. Abdullah Patty, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan mandat dari Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kementerian Agama sehingga dapat dilaksanakan di BDK Ambon.

Kepala BDK Ambon menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama menjadi sangat penting di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. “Moderasi beragama harus terus dilakukan di era disrupsi, di mana perkembangan teknologi dan industri berkembang sangat cepat. Karena itu kita harus mencabut akar dari pikiran-pikiran lama yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.”

Lebih lanjut Kepala BDK Ambon berharap pelatihan ini mampu membangun pola pikir yang lebih terbuka dan inklusif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui pelatihan ini kita mencoba menghadirkan cara berpikir yang tidak lagi terkontaminasi oleh pemikiran lama yang memecah persatuan. Dengan begitu kita dapat menghadirkan kebersamaan untuk membangun Maluku dengan cinta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I dalam arahannya sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan sikap dan cara pandang dalam memahami agama secara seimbang.

Kakanwil menyampaikan bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan dengan derajat yang sama di hadapan Tuhan.

“Manusia diciptakan tidak ada bedanya, yang membedakan hanyalah amal ibadahnya,” ujarnya.

Kakanwil juga mengingatkan bahwa kondisi dunia saat ini menghadirkan berbagai tantangan yang menuntut masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.

“Maluku memiliki keanekaragaman budaya, suku, dan agama. Karena itu menjaga kebersamaan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

Menurutnya, konsep moderasi beragama tidak terlepas dari prinsip wasatiyah, yakni bersikap adil dan mengambil jalan tengah tanpa terjebak pada sikap ekstrem.

Moderasi beragama adalah sikap kita, cara pandang kita, dan cara berpikir kita tentang agama. Kita tidak boleh berada pada sikap ekstrem, baik ke kiri maupun ke kanan,” tegasnya.

Kakanwil juga menambahkan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, iman menjadi landasan penting agar masyarakat tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Di era disrupsi ini, jika tanpa iman kita bisa tergilas oleh perkembangan zaman,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Kakanwil memberikan apresiasi kepada Kepala BDK Ambon serta seluruh panitia dan narasumber yang telah menyelenggarakan pelatihan ini sebagai upaya memperkuat pemahaman moderasi beragama di tengah masyarakat.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat memperkuat pemahaman serta mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, toleran, dan harmonis di tengah keberagaman. (WOL)

Share your love
Humas BDK Ambon
Humas BDK Ambon
Articles: 29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *