— Melayani, Amanah, Nyaman, Integritas, Sigap, Edukatif —

Perkuat RABU ASRI, BDK Ambon Bedah Perspektif Ekoteologi dalam Tata Kelola Kediklatan

Ambon —Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon terus memperkuat budaya ramah lingkungan pegawainya. Memperkokoh pelaksanaan program rutin RABU ASRI, BDK Ambon menggelar sesi penguatan internal bertajuk Ekoteologi di Aula BDK Ambon, Senin (02/11/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai ini menghadirkan Widyaiswara BDK Ambon, Ali Litiloly, sebagai pemateri utama. Penguatan ini menjadi landasan teologis dan moral bagi gerakan kelestarian lingkungan yang selama ini dihidupkan melalui komitmen kantor bersih dan hijau.
Mengusung isu hubungan agama, kemanusiaan, dan alam, pemaparan ini menegaskan bahwa krisis ekologis merupakan krisis kemanusiaan yang berakar dari kerusakan fisik hingga berdampak pada rantai kehidupan sosial.

Ali Litiloly memaparkan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar gerakan fisik konvensional semata, melainkan membutuhkan pergeseran paradigma yang berakar pada kesadaran iman.
“Merawat bumi adalah wujud tertinggi dalam merawat kehidupan bersama. Aksi lingkungan yang kuat tidak berdiri sendiri; ia harus berawal dari kesadaran iman yang hidup,” ungkap Ali.
Dalam pemaparannya, Ali juga menekankan pentingnya pergeseran sudut pandang dari aksi lingkungan konvensional yang reaktif dan berjangka pendek menuju pendekatan ekoteologi yang mengubah cara pandang secara mendasar.
“Pelestarian lingkungan bukan sekadar gerakan fisik konvensional semata, melainkan membutuhkan pergeseran paradigma mendasar yang berakar pada kesadaran iman, kemanusiaan, dan tanggung jawab semesta,” tambahnya.
Dalam materi yang merujuk pada pemandu BMBPSDM Kemenag, dijelaskan tiga pilar penggerak ekoteologi, yaitu Iman, Keadilan, dan Praktik Transformatif. Tiga pilar ini sejalan dengan regulasi KMA No. 244 Tahun 2025, kurikulum pelatihan berbasis cinta lingkungan, serta penguatan keadilan sosial berbasis GEDSI.

Melalui pembekalan ini, program RABU ASRI di BDK Ambon diharapkan tidak hanya berjalan sebagai aksi rutin harian, melainkan menjadi gerakan kolektif yang berakar dari kesadaran spiritual dan integritas SDM keagamaan di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
“Program RABU ASRI di BDK Ambon hadir untuk memastikan aksi merawat lingkungan tidak hanya berjalan sebagai rutinitas harian, melainkan menjadi gerakan kolektif berlandaskan integritas spiritual SDM keagamaan,” pungkas Ali (W.O.L)



