— Melayani, Amanah, Nyaman, Integritas, Sigap, Edukatif —

Dorong Pendidikan Humanis, BDK Ambon Bersama Tim INOVASI Gelar Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta

Ambon — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon bekerja sama dengan Tim INOVASI dan Kementerian Agama Kota Ambon menggelar Lokakarya Pembekalan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan strategis yang berfokus pada transformasi mutu pendidikan Islam humanis dan berkarakter ini berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu (7/10/2026).
Langkah kolaboratif ini dihadirkan sebagai wujud nyata dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kasubbag TU BDK Ambon, Arif Ahmad Djalaluddin, menjelaskan bahwa pencapaian Indonesia Emas membutuhkan SDM yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas tinggi, integritas, serta keterampilan menghadapi tantangan global.
“Mewujudkan SDM dengan kualitas tersebut tentu memerlukan sarana yang tepat, dan pendidikan menjadi wadah utama dalam membentuk generasi unggul,” ujar Arif saat memberikan arahan pembuka.
Ia menegaskan, pendidikan memiliki fungsi mendasar yang tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan menjadi ruang pembentukan karakter dan pemulihan nilai-nilai kemanusiaan di tengah fenomena konflik serta kekerasan sosial.

“Satu dasawarsa belakangan ini isu kemanusiaan dan fenomena dehumanisasi menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, penting mengatasi fenomena ini dengan mempromosikan nilai empati, toleransi, dan kesetaraan berlandaskan cinta,” jelasnya.
Menurut Arif, Kementerian Agama menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta yang ditopang oleh Panca Cinta sebagai lima pilar utamanya.
“Panca Cinta meliputi Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Tanah Air. Kelima pilar ini hadir untuk merekonstruksi sistem pendidikan agar melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, dan toleran,” tegasnya.



Hal senada disampaikan Provincial Manager Program INOVASI Maluku, Mus Mualim. Ia menekankan bahwa pendidikan sejatinya adalah ruang untuk menumbuhkan rasa aman, kepedulian, dan penghargaan bagi para murid.
Menurutnya, Kurikulum Cinta hadir sebagai respons konkret atas maraknya aksi kekerasan fisik, saling menghina, hingga kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan madrasah.
“Kurikulum Cinta hadir untuk menerangi semua problematika di sekitar anak-anak. Pendidikan tidak cukup hanya membuat anak pintar, tapi harus membuatnya menjadi manusia yang lebih baik dan beradab. Pintar itu penting, tetapi adab jauh lebih penting,” tegas Mus Mualim.
Melalui lokakarya ini, ia mendorong para Widyaiswara BDK Ambon untuk mengambil peran krusial sebagai agen perubahan dan pendamping langsung bagi satuan pendidikan madrasah.
Implementasi KBC ke depan akan diawali dengan pemetaan kondisi awal madrasah, analisis karakteristik dan kebutuhan spesifik siswa, hingga penentuan fokus penerapan secara bertahap demi mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, inklusif, dan penuh kasih sayang di Maluku. (Y.S)



